Tuesday, May 5, 2015

Kepribadian Wirausaha

      Terdapat beberapa definisi tentang kepribadian, salah satunya berasal dari teoritikus yang menyebutkan bahwa kepribadian merupakan bagian dari individu yang paling mencerminkan atau mewakili si pribadi, bukan hanya membedakan ia dengan orang lain, tapi yang lebih penting itu dirinya yang sebenarnya(Hall & Lindzey,2009).
          Seorang haruslah memiliki watak yang mampu melihat kedepan, yaitu melihat, berfikir, penuh perhitungan, serta mencari alternatif pemecahan suatu masalah. Secara umum kepribadian yang perlu dimiliki seorang wirausaha adalah :

1. Percaya Diri
         Percaya diri adalah keyakinan yang tumbuh dalam diri seseorang setelah melakukan penilaian terhadap kemampuan yang dimiliki. Orang yang percaya diri terlihat dari sikap-sikap berikut :
  • tidak tergantung pada orang lain
  • bertanggung jawab
  • objektif
  • kritis
  • emosinya stabil
  • berjiwa sosial
  • memiliki kedekatan dengan sang pencipta
        Kepercayaan diri sangat diperlukan oleh seorang wirausaha, namun sering terjadi kesalahpahaman antara konsep percaya diri. Percaya diri bukan berarti sombong, kadang orang awam membenturkan konsep percaya diri dengan percaya tuhan, sehingga mereka berfikir "tidak perlu percaya diri, yang penting percaya tuhan". 
        menurut penulis, percaya diri bukan berarti meniadakan peran tuhan. Justru percaya diri merupakan buah dari percaya tuhan. dalam Al qur'an disebutkan "allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya"(Q.S.Al Baqarah.286). artinya sebesar apapun tugas atau beban yang anda emban, anda pasti bisa mengatasinya karena pasti sesuai dengan kesanggupan anda. dan inilah inti dari pemikiran percaya diri.







Kalau melihat literaturnya, ada beberapa istilah yang terkait dengan persoalan percaya diri, yaitu :

  • Self-concept : bagaimana anda menyimpulkan diri anda secara keseluruhan, bagaimana anda melihat potret diri anda secara keseluruhan, bagaimana anda mengkonsepsikan diri anda secara keseluruhan.
  • Self-esteem : sejauh mana anda punya perasaan positif terhadap diri anda, sejauh mana anda punya sesuatu yang anda rasakan bernilai atau berharga dari diri anda, sejauh mana anda meyakini adanya sesuatu yang bernilai, bermartabat atau berharga di dalam diri anda.
  • Self-efficacy : sejauh mana anda punya keyakinan atas kapasitas yang anda miliki untuk bisa menjalankan tugas atau menangani persoalan dengan hasil yang bagus (to succeed). Ini yang disebut dengan general self-efficacy. Atau juga, sejauh mana anda meyakini kapasitas anda di bidang anda dalam menangani urusan tertentu. Ini yang disebut dengan specific self-efficacy.
  • Self-confidence : sejauh mana anda punya keyakinan terhadap penilaian anda atas kemampuan anda dan sejauh mana anda bisa merasakan adanya “kepantasan” untuk berhasil. Self-confidence itu adalah kombinasi dari self-esteem dan self-efficacy (James Neill, 2005).
2. Merujuk pada tujuan akhir

             Setiap orang pasti memiliki tujuan. dalam dunia wirausaha, orientasi terhadap tujuan kedepan sangat penting artinya. seorang wirausahawan bisa berhasil biasanya karena ia memiliki visi kedepan yang berusaha ia capai dengan bersungguh-sungguh.
             Jalan menuju sukses tidak selalu mudah. seseorang kadang harus menempuh atau melakukan pekerjaan yang tampaknya remeh, membutuhkan banyak energi dan tidak bergengsi. Orang yang berorientasi pada hasil atau merujuk pada tujuan akhir, akan bersedia menjalani proses yang tidak mengenakkan taupun melakukan hal yang tidak disukai karena dirinya fokus pada tujuan yang ingin dicapai. misalnya seseorang yang akan memulai usaha membuka warung burger, maka ia harus bersedia bekerja keras, mulai dari membuat menu burger sampai melayani pembeli. Awalnya ia harus mengalami pasang surut, dagangannya tidak laku atau ada komplain dari pembeli, belum lagi harus "berani malu" karena harus agresif menawarkan dagangannya ke siapa saja, serta harus masuk menjadi anggota corps kaki lima. semua itu dilakukannya karena merujuk pada tujuan akhir "menjadi pemilik restoran burger". jika ia tidak bersedia melewati proses ini maka cita-citanya membuat restoran akan semakin jauh dari jangkauan.

untuk nomer 3, 4, 5, 6, dan 7 silahkan klik DISINI


Monday, May 4, 2015

Definisi Wirausaha



         Pengertian wirausaha berkembang sesuai dengan sudut pandang seseorang terhadap sepak terjang seorang wirausaha. Joseph Schumpeter mengungkapkan "entrepreneur as the person who destroys the existing economic order by introducing new products and services, by creating new forms organization, or by exploitation new raw materials" (Bygrave, 1994).
            Seorang wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. pengertian wirausaha di sini menekankan pada setiap orang yang memulai sesuatu bisnis yang baru. proses kewirausahaan meliputi semua kegiatan fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu organisasi. Peter Drucker menyatakan bahwa wirausaha tidak mencari resiko, mereka mencari peluang (Osborne,1992). seorang inovator dan wirausaha yang terkenal dan sukses bukan sekedar penanggung resiko, tapi mereka mencoba mendefinisikan resiko yang harus mereka hadapi dan meminimalkannya.  jika seorang wirausaha berhasil mendifinisikan resiko kemudian membatasinya dan secara sistematis menganalisa berbagai peluang serta memanfaatkannya maka mereka akan dapat meraih keuntungan membangun sebuah bisnis besar.







Apapun profesi seseorang, jika ia memiliki jiwa kewirausahaan maka jiwa dan semangatnya berbeda. mereka akan menjadi lebih kreatif, efisien, inovatif, berpandangan terbuka (open mind). wirausaha tidak hanya berkaitan dengan usaha yang menawarkan produk berupa barang jadi seperti industri perdagangan, persewaan, makanan, tapi juga sektor jasa seperti konsultan, perhotelan, pariwisata, dll. seorang wirausaha haruslah memiliki watak yang mampu melihat kedepan. untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan simak artikel tantang kepribadian seorang wirausaha.


Friday, April 24, 2015

Sunday, April 19, 2015

Senja Di Sore Itu

Sore ini senja di ufuk barat terasa sendu..
sulit untuk mengungkapkannya dengan kata-kata, banyak yang harus kita syukuri di dunia ini
berkat teman seperjuangan si "Zenni 5", beberapa senja mau bersinggah di tulisan ini..

Garis Senja

Sisi Senja

Senja Menjingga

Unknow ^_^
Panorama

 ini merupakan moment momezing



Cara Membuat Email Di Google

     Untuk membuat sebuah email baru digoogle, kita tidak membutuhkan pengetahuan yang banyak dan waktu yang lama.  Hal yang dibutuhkan hanya koneksi internet yang lancar dan ketelitian.

Langsung saja..

1. Pertama adalah masuk pada laman pendaftaran google email (Gmail), bisa anda search dengan keyword “gmail sign up” atau langsung saja klik DISINI.

2. Kedua adalah isi semua kotak sesuai dengan perintahnya,

Dari gambar disamping terlihat pada “pilih nama pengguna anda”, nama yang saya gunakan sudah digunakan oleh orang lain, kita bisa saja tetap menggunakan nama tersebut. Namun untuk sementara lebih baik kita gunakan salah satu nama yang disarankan oleh gmail tersebut. Hal ini dimaksudkan agar proses pembuatan email kedepannya tidak ada gangguan, toh setelah jadi kita dapat mengubah nama dari email tersebut.







3. Ketiga adalah masuk ke “langkah berikutnya

Dari gambar disamping terlihat 2 buah verifikasi, yaitu telpon dan captha, saya sarankan gunakan captha saja dan kosongkan pada bagian ponsel. Check list pada bagian “saya menyetujui”.











4. Selamat, anda berhasil membuat sebuah email. ^_^



5. Anda hanya perlu sign in di akun baru anda dengan keyword “gmail sign in” anda akan secara otomatis akan masuk pada tampilan gmail.